Rabu, 29 Januari 2014

Toilet Saga : The Mentimoon

Ini adalah film yang digadang-gadang akan menjadi saingan 2012 dalam kancah peraihan BOK OPIS akhir tahun 2009. Merupakan sekuel dari Novel Best Seller karangan Stepani Meler yang berjudul Toilet yang juga sudah di angkat ke layar Tancap, pada tahun 2008 kemaren nah apakah film ini mampu menandingi kesuksesan pelem pertamanya…? kita liat saja di misbar terdekat.

Di ulang tahun ke-18, Isabella soang mendapatkan sebuah kejutan dari kekasihnya Edward cullun yaitu Satu bakul berisi Mentimun segar kesukaan Bella. Namun ternyata hadiah pemberian Edward ini ditanggapi dingin oleh Bella kenapa? karena Mentimun milik Edward berukulan sangat kecil dan bentuknya aneh, bahkan sebagian mentimun edward bercabang dua, sehingga bella menyangsikan rasa dan kekuatan (?) mentimun milik edward. Bella hanya bisa tertawa melihat onggokan mentimun tak berguna itu di atas meja dapurnya.

Setelah kejadian itu Edward menjadi frustasi, ia uring-uringan karena memikirkan kejadian timun itu “hanya karena mentimun gue kecil, Bella menertawakan gue?”
“jangan di lihat kecilnya bella! tapi lihat kekuatannya!!!” teriak edward di dasar hatinya (maksudnya kekuatan menghadapi hama).
Sejak saat itu Edward sangat terobsesi untuk memiliki timun berukuran besar, ia berniat akan membuat Bella terkesima dengan timun miliknya kelak. Maka berangkatlah Edward ke Italia, meninggalkan cinta sejatinya Bella di kota kecil mereka Pork, untuk menemui seseorang yang konon dikenal mampu memperbesar dan memperpanjang timun jenis apapun, dia adalah, Mak Urat.

selama Edward ke Italia, Bella menjadi sangat kesepian dan kekurangan stok timun. Sikap Bella berubah menjadi kacau, depresi menghantui hari-hari bella, Tak ada lagi timun-timun kokoh nan kuat menemani malam-malam dingin Bella (???). Untunglah muncul sosok baru dalam hidup Bella yaitu Jekob item, tukang sayur keliling yang baru 1 minggu bekerja di Pork.

Bersama Jekob, bella berusaha menghilangkan bayang-bayang Edward dari ingatanya. Jekob ternyata tak lebih baik daripada Edward, Timun-timun yang dijajakan oleh Jekob kondisinya lebih parah.Kecil, mengeluarkan cairan kental berwarna putih dan bentuknya seperti kotoran anjing yang habis makan kacang busuk. Kemungkinan timun-timun itu di tanam di samping Lumpur Lapindo.

Sementara itu di Italia, Edward berhasil mendapatkan varietas timun jenis baru yang ukurannya besar, panjang, keras, tahan lama dan tentu saja 100% permanen(??!!). Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, Edward mendengar kabar burung kalau Bella sudah mati terbunuh oleh Loren dan piktoria, saingan pedagang timun, yang ingin membalas dendam atas kematian sahabat mereka Jemes yang mati gara-gara stres setelah kalah bersaing dengan Timun milik Edward. Konon kabarnya Bella tewas dengan kondisi mengenaskan, mulutnya dijejali oleh 14 buah timun busuk.

Edward langsung down, ia merasa perjuangannya hanyalah sia-sia belaka. Edward tertekan dan mulai bertindak tak waras! ia ingin memusnahkan Timun yang sudah ia perjuangkan mati-matian!  Edward bertindak gila ia, berlari ke Rumah Sakit VOLTURI, dan mencari-cari dokter spesialis kelamin memohon dokter untuk mensirkumsisi Timunnya! (sungguh gila bukan?). Edward yang sudah depersi berat berteriak-teriak sepanjang koridor rumah sakit

“Dokter!!! mana dokter!!! aku udah gak kuat lagi dok!!! aku udah gak kuat menerima semua ini dok…!!!??? aku ingin memusnahkan timun ini dengan cara gila dok..!!! aku pilih metode cincin dok biar timunnya gak terlalu jelek bentuknya nanti dok!!! dokter tolong dok…”. Suster dan dokter menangkap Edward yang membabi buta, Edward di bius dan dibaringkan di meja operasi
dokter pun datang dan….

“dimana aku…?” penglihatan Edward tak jelas, semua nampak putih di mata Edward, beberapa detik kemudian pandanganya menjadi samar dan akhirnya menjadi jelas. Di sampingnya telah duduk sang idaman hatinya Bella Soang..
“Bella? ngapain kamu di sini?”
“aku ke sini untu ketemu kamu… dan ingin menyampaikan bahwa kabar tentang aku selama ini adalah isu yang di ciptakan oleh wartawan doank”
“ah syukurlah… eh iya, tau gak aku udah nemu timun kesukaan kamu yang super gede… tapi sayangnya udah aku hancurin…”
“maksud kamu ini…?” Bella mengeluarkan sebuah Timun berukuran raksasa, Timun milik Edward, dalam kondisi… utuh…

“bu… bukannya…?”
“ya suster suster itu menyelamatkan timun mu… kamu harus berterima kasih”
“Fyuuuhh… aku kira….”
“sayangnya… mereka gak bisa menyelamatkan “timun” mu…”
“Timun? Timun yg mana lagi…? Maksudnya…?”
Bella menyingkap selimut yang menutupi bagian bawah tubuh Edward… dan terpanalah Edward melihat kejanggalan di area sensitifnya…

“Timun busuk…”  Edward pingsan

Epilogue :
Ternyata dokter naroh timun busuk di situnya Edward..
“april fool….” sang dokter tepuk tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar