Senin, 10 Februari 2014

Film-isasi pendidikan

Sebagai anak sekolah wajar aja banyak tugas. Tapi semakin lama gue sekolah, semakin gue ngerasa ada yang salah di sistem pendidikan Indonesia. Tugas semakin aneh aneh aja.

Dulu waktu gue kelas 1 sma, semuanya excited sama yang namanya tugas bikin film akhir semester. Pasti asik banget kalo gue udah kelas 3 ada segerombolan cewe cewe anak baru yang waktu papasan sama gue bakal ngomong

"Eh eh itu kan kak radean yang actingnya aneh itu"
"Kok aneh?"
"Actingnya lucu tapi ganteng, aneh kan?"

Gue merasa keren ngebayanginnya.

Tapi persepsi gua tentang tugas film itu berubah drastis saat dalam proses pembuatannya. Capek abis. Syuting kemana mana. Belom lagi kalo ada yang salah di take ulang. Gue ga nyangka tuntutan artis seberat itu.

Setelah runtutan syuting yang (amat sangat) menyita waktu itu, gue sama temen gue yang namanya arga sama ijat dapet amanah ngedit. Berhubung film gue action tapi fiksi gitu jadi ngeditnya agak berkiblat ke indosiar. Dan semenjak itu gue ngerti kenapa indosiar gambarnya alay. Bikin editan efek tembakan dan segala tetek bengek nya aja kita butuh waktu lama banget, bahkan arga sampe ga masuk berminggu minggu, gimana kalo ada naganya? Bisa bisa tetek kita bengek beneran.

Film kelas gue judulnya Siswono Jagoan Neon. Gue gatau ini tim creative kelas gue (yang dengan kata lain, semua anak kelas) dapet ide darimana nama kayak gini. Mungkin saat itu mereka lagi ngisep ngisep permen jagoan neon? Atau mungkin juga saat itu mereka lagi ngisep ngisep siswono tukang batagor baranang siang? Entahlah. Intinya sih judulnya gitu.

Di film ini gue jadi pemeran antagonis, jadi bos mafia gitu. Berbekal kesotoyan tingkat tinggi, gue ber-acting dengan sangat eksotis. Kacamata gue turunin, alis naik satu, bibir manyun manyun. Ya, emang jadi bos mafia agak mirip sama sexy secretary.

Gue acting sekeren mungkin, pake kemeja item, topi koboy gitu, sama bawa bawa pistol. Yoi. Yang gue tau : pake kostum dengan kombinasi kayak gitu akan sangat mendukung level kekerenan lu. Yang gue ngga tau : hal itu cuma berlaku buat yang kurus. Gue emang gendut dan waktu itu rambut gue lagi kayak super saiyan. Panjang dan urakan. Gue acting dengan lihainya. Pas gue liat hasilnya, photoshop pun ga akan mampu ngerubah apa yang terlihat di layar. Gambar gue di situ mungkin ampuh di pajang di rumah. Nyamuk di seluruh ruangan mati semua.

Hasilnya lumayan, kata kelas lain sih keren parah. Azik. Bukan mau sombong, tapi emang bener sih. Coba gue di film itu agak gantengan sedikit, mungkin gue udah dapet grammy awards best actor.

Sekarang di saat gue kelas 2, hampir semua pelajaran disuruh buat film. Bahasa inggris bikin film, bahasa indonesia bikin film, biologi bab reproduksi bikin film (eh ngga deng becanda doang, tapi kalo beneran ya gapapa hehe).

Yang gue bingung, PLH bikin film. PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUp disuruh bikin film maksudnya apa coba??! Misalkan gue bikin filmnya tentang polusi sungI. Nanti di creditsnya kan ngga enak kalau daftar cast nya jadi gini.

-Cast-
Gelas Aqua as Sampah Plastik
Pecahan Kaca as Sampah Beling
Lendir Ijo Ijo as Sampah Pabrik
Radean as Sampah Masyarakat

Jadi yaudahlah bapak dan ibu guru, kami belajar itu untuk meningkatkan potensi akademis guna meraih cita cita cemerlang (ceilah bahasa nya). Lagipula ngga semua orang bercita cita jadi artis toh? Jangan sampai nanti semua menyesal kalau cara seperti ini ini dijadikan undang undang. Karena sejatinya, tidak seharusnya terjadi yang namanya filmisasi pendidikan.

Rabu, 29 Januari 2014

Toilet Saga : The Mentimoon

Ini adalah film yang digadang-gadang akan menjadi saingan 2012 dalam kancah peraihan BOK OPIS akhir tahun 2009. Merupakan sekuel dari Novel Best Seller karangan Stepani Meler yang berjudul Toilet yang juga sudah di angkat ke layar Tancap, pada tahun 2008 kemaren nah apakah film ini mampu menandingi kesuksesan pelem pertamanya…? kita liat saja di misbar terdekat.

Di ulang tahun ke-18, Isabella soang mendapatkan sebuah kejutan dari kekasihnya Edward cullun yaitu Satu bakul berisi Mentimun segar kesukaan Bella. Namun ternyata hadiah pemberian Edward ini ditanggapi dingin oleh Bella kenapa? karena Mentimun milik Edward berukulan sangat kecil dan bentuknya aneh, bahkan sebagian mentimun edward bercabang dua, sehingga bella menyangsikan rasa dan kekuatan (?) mentimun milik edward. Bella hanya bisa tertawa melihat onggokan mentimun tak berguna itu di atas meja dapurnya.

Setelah kejadian itu Edward menjadi frustasi, ia uring-uringan karena memikirkan kejadian timun itu “hanya karena mentimun gue kecil, Bella menertawakan gue?”
“jangan di lihat kecilnya bella! tapi lihat kekuatannya!!!” teriak edward di dasar hatinya (maksudnya kekuatan menghadapi hama).
Sejak saat itu Edward sangat terobsesi untuk memiliki timun berukuran besar, ia berniat akan membuat Bella terkesima dengan timun miliknya kelak. Maka berangkatlah Edward ke Italia, meninggalkan cinta sejatinya Bella di kota kecil mereka Pork, untuk menemui seseorang yang konon dikenal mampu memperbesar dan memperpanjang timun jenis apapun, dia adalah, Mak Urat.

selama Edward ke Italia, Bella menjadi sangat kesepian dan kekurangan stok timun. Sikap Bella berubah menjadi kacau, depresi menghantui hari-hari bella, Tak ada lagi timun-timun kokoh nan kuat menemani malam-malam dingin Bella (???). Untunglah muncul sosok baru dalam hidup Bella yaitu Jekob item, tukang sayur keliling yang baru 1 minggu bekerja di Pork.

Bersama Jekob, bella berusaha menghilangkan bayang-bayang Edward dari ingatanya. Jekob ternyata tak lebih baik daripada Edward, Timun-timun yang dijajakan oleh Jekob kondisinya lebih parah.Kecil, mengeluarkan cairan kental berwarna putih dan bentuknya seperti kotoran anjing yang habis makan kacang busuk. Kemungkinan timun-timun itu di tanam di samping Lumpur Lapindo.

Sementara itu di Italia, Edward berhasil mendapatkan varietas timun jenis baru yang ukurannya besar, panjang, keras, tahan lama dan tentu saja 100% permanen(??!!). Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, Edward mendengar kabar burung kalau Bella sudah mati terbunuh oleh Loren dan piktoria, saingan pedagang timun, yang ingin membalas dendam atas kematian sahabat mereka Jemes yang mati gara-gara stres setelah kalah bersaing dengan Timun milik Edward. Konon kabarnya Bella tewas dengan kondisi mengenaskan, mulutnya dijejali oleh 14 buah timun busuk.

Edward langsung down, ia merasa perjuangannya hanyalah sia-sia belaka. Edward tertekan dan mulai bertindak tak waras! ia ingin memusnahkan Timun yang sudah ia perjuangkan mati-matian!  Edward bertindak gila ia, berlari ke Rumah Sakit VOLTURI, dan mencari-cari dokter spesialis kelamin memohon dokter untuk mensirkumsisi Timunnya! (sungguh gila bukan?). Edward yang sudah depersi berat berteriak-teriak sepanjang koridor rumah sakit

“Dokter!!! mana dokter!!! aku udah gak kuat lagi dok!!! aku udah gak kuat menerima semua ini dok…!!!??? aku ingin memusnahkan timun ini dengan cara gila dok..!!! aku pilih metode cincin dok biar timunnya gak terlalu jelek bentuknya nanti dok!!! dokter tolong dok…”. Suster dan dokter menangkap Edward yang membabi buta, Edward di bius dan dibaringkan di meja operasi
dokter pun datang dan….

“dimana aku…?” penglihatan Edward tak jelas, semua nampak putih di mata Edward, beberapa detik kemudian pandanganya menjadi samar dan akhirnya menjadi jelas. Di sampingnya telah duduk sang idaman hatinya Bella Soang..
“Bella? ngapain kamu di sini?”
“aku ke sini untu ketemu kamu… dan ingin menyampaikan bahwa kabar tentang aku selama ini adalah isu yang di ciptakan oleh wartawan doank”
“ah syukurlah… eh iya, tau gak aku udah nemu timun kesukaan kamu yang super gede… tapi sayangnya udah aku hancurin…”
“maksud kamu ini…?” Bella mengeluarkan sebuah Timun berukuran raksasa, Timun milik Edward, dalam kondisi… utuh…

“bu… bukannya…?”
“ya suster suster itu menyelamatkan timun mu… kamu harus berterima kasih”
“Fyuuuhh… aku kira….”
“sayangnya… mereka gak bisa menyelamatkan “timun” mu…”
“Timun? Timun yg mana lagi…? Maksudnya…?”
Bella menyingkap selimut yang menutupi bagian bawah tubuh Edward… dan terpanalah Edward melihat kejanggalan di area sensitifnya…

“Timun busuk…”  Edward pingsan

Epilogue :
Ternyata dokter naroh timun busuk di situnya Edward..
“april fool….” sang dokter tepuk tangan.

Aku Mencintaimu Secara Sembunyi Sembunyi

AKU MENCINTAIMU SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI

SEMBUNYI-SEMBUNYI CARAKU MENCINTAIMU

TAK MAMPU AKU MENGUTARAKANNYA…

TAK MAMPU AKU MENGUCAPKANNYA…

KARENA AKU LAGI SEMBUNYI…

NAMANYA JUGA MENCINTAI SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI…

AKU MENCINTAIMU SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI

NAMUN KAU TAK PERNAH TAHU BAHWA AKU MENCINTAIMU SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI

YA JELAS! KAMU TAK AKAN TAU! KARENA AKU SEMBUNYI DI SUATU TEMPAT YANG KAMU GA AKAN TAU

DAN AKU GA AKAN NGASIH TAHU

NAMANYA JUGA SEMBUNYI-SEMBUNYI…

DI BALIK PERSEMBUNYIANKU, AKU MENATAPMU DALAM-DALAM

AKU MENATAPMU DENGAN SEKSAMA

SEKSAMA… BUKANLAH KATA-KATA KOTOR

BUKAN SEPERTI DI KORAN TADI PAGI… SEKSAMA….

BERHUBUNGAN “SEKS SAMA SI DIA”… ATAU BERHUBUNGAN “SEKS SAMA PEMBANTUNYA”

BUKAN JUGA “SEKS BERSAMA-SAMA”… SEKSAMA ADALAH SECARA TELITI…

JANGAN BERFIKIR AKU BAJINGAN…

MUNGKIN KAU BERFIKIR AKU ANGGOTA BAJING LOMPAT?

BUKAN! KEKASIH! AKU ANGGOTA KAMPAK MERAH…

BAJING LOMPAT BERAKSI DI JAWA TENGAH…  SEMENTARA KAMI DI KAWASAN LAMPU MERAH…

MERAH SEMERAH DARAH…

SEMERAH CINTAKU YANG KU UTARAKAN SEMBUNYI-SEMBUNYI

AKU MENCINTAIMU SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI

TIDAK NAMPAK DAN TIDAK BERBUNYI

NAMUN AKU MAMPU MERASAKANNYA…

APAKAH KAU MAMPU MERASAKANYA?

BANYAK KELUARGA TIDAK MAMPU YANG TIDAK MERASAKANNYA

DAN BANYAK JUGA KELUARGA MAMPU YANG JUGA TIDAK MERASAKANNYA

CINTA INI SEPERTI RASKIN YANG DISALURKAN HANYA UNTUK KELUARGA TIDAK MAMPU

NAMUN APABILA KAMU DARI KELUARGA TIDAK MAPU TAK MENGAPA

ADA JUGA ORANG MAMPU YANG MENIKMATI RASKIN

SEBAGAI UANG TAMBAHAN DAN ONGKOS JALAN-JALAN

AKU MENCINTAIMU SECARA SEMBUNYI SEMBUNYI

CUKUPLAH AKU MENIKMATI CINTA INI SENDIRI

TAK PERLU BANYAK ORANG TAU…

TAK PERLU BANYAK ORANG MENGERTI

CUKUP AKU DAN PENJAGA WARNET YANG TAU…

KARENA FACEBOOKNYA LUPA KE LOG-OUT

DAN DIA MEMBACANYA…

SETELAH MEMBACA UNTAIAN KALIMAT INI IA MENANGIS… BUKAN KARENA TERHARU

ATAU KARENA INDAHNYA PROSA YANG KU CIPTA

TAPI KARENA AKU GAK BAYAR

AKU LUPA BAYAR… LUPA-LUPA INGAT

AKU LUPA KARENA AKU KIRA AKUMASIH SEMBUNYI

AKU SUNGUH LUPA

YANG AKU INGAT CUMA KUNCINYA : CE A-MINOR DE-MINOR KE GE….

KAMU GA AKAN TAU AKU SEMBUNYI DIMANA

KARENA AKU SEMBUNYI DI WARNET

BUKAN WARUNG INTERNET

TAPI WARUNG TEMPE PENYET…DI JALAN YOS SDUARSO PALANGKA RAYA… DEKAT LAMPU MERAH

SEPULUH RIBU SATU PORSI

SENGAJA AKU SEMBUNYI DI SINI

SENGAJA AKU MENANTIMU DI SINI

KARENA AKU MENCINTAIMU SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI

Kau Belah Alat Vitalku Jadi Dua

Enigmatik dalam peduli yang berlebihan
dinding-dinding itu saksi bahwa pernah ada rasa yang kumulatif
namun dinding itu kini kosong
tersisa sesal dan malu yang menjalar di dinding dinding vena

kau tak pernah katakan “IYA” dan kau tak pernah katakan “TIDAK”
kau tak pernah berucap
enigmatik…
bagai genesis yang misterius

hingga aku sadar
kau belah alat vital ku jadi dua
tidakah kau sadar?
kau tidak sadar karena kau lagi tdur

kau tidur tapi jalan
namanya berjalan dalam tidur
bukan bernafas dalam lumpur
itu film panas tahu 70an
pemerannya suzzana
katanya sih pelem panas!
banyak adegan kebakaran mungkin?
aku pun tak tahu
tahun 70an aku belum lahir
tapi bapak ibuku udah lahir
mereka mungkin nonton itu
karena kepanasan mereka pulang
dan lahir lah aku

sementara ibu bapaku kepanasan
kau masih berjalan dalam tidur
kau tidak kepanasan
karena tidak menonton bernafas dalam lumpur
kau menonton lumpur sidoarjo

lumpur keluar dari dalam tanah
banyak orang kehilangan rumah
dan kau bernafas dalam lumpur
dalam kondisi tidur
katanya agar kulit tetap lentur

seperti diorama ariel
seperti diorama luna
seperti drama yang diputar ulang namun ini baru
harganya mahal
tapi tak semahal dirimu
yang hanya bisu, gagu, tuna rungu, lugu, gagu.. eh gagu sudah ya?

bahkan hingga kau selesai berjemur
kau tetap tidak sadar telah membelah alat vitalku jadi dua
tiada kabar berita, tiada reaksi bemakna
kau hanya membelah alat vitalku sia-sia

kau membelahnya seolah kau tidak pernah membelah alat vital saja
padahal dari semua ucapmu
kau nampak bepengalaman dalam membelah alat vital
kau nampak menikmati saat menggenggam alat vitalku
mengguncangnya dengan reaksi fusi yang enigmatik
namun kau remuk alat vitalku
dan membelahnya menjadi dua
tanpabicara, tanpa kata-kata

aku meminta maaf, namun tak dijawab
aku bukan laki-laki yang alat vitalnya ia pamerkan ke wanita-wanita dengan mudahnya
meski ada gerbong untuk wanita! ia masih bebas mengobral alat vitalnya
aku tidak seperti itu! aku dungu! aku kaku!
aku pemalu! aku akui aku malu
namu pabila kesmpatan datang lagi
aku mau! aku rasa aku mampu
untuk memperlihatkan alat vitalku kepadamu

namun diam itu tetap ada
aku heran
seolah tak ada pemberitahuan di kolom kolom itu
seolah tiada kuning menyala di baris baris layarmu
seolah tiada angka 1 angka 2 angka 3 di dalamnya
hanya kau diam dan mulai membelah alat vital

apa yang harus kulakukan?
alat vitalku sudah belah! namun cuma sebentar saja!
dia bisa kembali apabila ada wanita yang menghampirinya
kini apa wacana mu dalam kolom kolom yang bagiku tak berguna itu?
kau hanya tidur, berjalan, masuk ke lumpur dan membelahi alat vital-alat vital yang lain
cepat jawab dan putuskan, karena alat vital ini sudah terbelah, padahal mau digunakan lagi

tidak mungkin hanya dengan segalon minuman energi
atau selembar foto sarah azhari
karena alat vital ini sangat sensitif sekali
alat vitalku ini adalah HATI